Tipe Tipe Alat Ukur Listrik Di Indonesia

Tipe Tipe Alat Ukur Listrik Di Indonesia

1. Amperemeter
Amperemeter adalah alat ukur listrik yang dipakai untuk menghitung kuat arus listrik bagus untuk arus AC atau DC yang ada di serangkaian tertutup. Umumnya amperemeter terpasang berderet dengan komponen listrik.

Ya untuk menghitung arus pada penghantar listrik Anda harus menyusunnya dengan cara seri selanjutnya memangkas penghantar supaya arus bisa mengalir lewat alat ukur itu.

2. Voltmeter
Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk menghitung besar tegangan listrik dalam suatu serangkaian tertutup. Tidak sama dengan amperemeter, voltmeter ini terpasang dengan cara paralel dengan letak elemen yang diukur pada serangkaian.

Voltmeter sendiri terbagi dalam 3 buah lempengan tembaga yang dipasang dalam suatu bakelite yang dirangkai pada suatu tabung plastik atau kaca. Jual PH Meter Lempengan luar berperan untuk Anode sedang lempengan tengah berperan untuk kotade.

3. Ohmmeter
Ohmmeter adalah alat yang digunakan untuk menghitung kendala listrik di serangkaian tertutup atau daya untuk meredam mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya unit deskripsi yang diukur oleh Ohmmeter dipastikan dalam unit ohm.

Alat ukur listrik ini memakai Galvometer untuk menghitung besarnya arus listrik yang mengalir atau lewa pada suatu kendala listrik (R), yang selanjutnya dikalibrasikan pada unit ohm.

4. Wattmeter
Setelah itu ada wattmeter yakni alat yang digunakan untuk menghitung power listrik atau rate supply energi pada unit watt untuk circuit atau serangkaian apa saja. Bentuk dari alat ini sangat sederhana. Adanya jarum pada monitor digital wattmeter Anda dapat ketahui power listrik pada serangkaian itu.

5. Multimeter
Dapat disebutkan bila alat ukur listrik satu ini benar-benar multifungsi, ya sesuai dengan namanya multimeter ialah alat ukur listrik yang dapat dipakai untuk menghitung kendala listrik (ohmmeter), tegangan listrik (voltmeter) dan arus listrik (ampere).

Ada dua tipe multimeter yang dapat Anda pakai yaitu multimeter digital atau DMM (Digital Multi Mtr.) dan multimeter analog. Kelebihan dari DDM dibanding dengan multimeter analog adalah tingkat kecermatan yang semakin tinggi pada pengukurannya. Ke-2 tipe multimeter itu dapat juga dipakai untuk menghitung listrik AC atau DC.

6. Megger
Megger adalah alat ukur yang berperan untuk menghitung tahanan isolasi dari beberapa alat listrik atau beberapa instalasi. Output dari alat ukur listrik ini biasanya ialah tegangan tinggi arus searah.

Megger seringkali dipakai oleh petugas saat menghitung tahanan isolasi untuk:

Kabel instalasi pada bangunan atau beberapa rumah.
Kabel tegangan tinggi dan rendah.
Transformator.

7. Oscilloscope (Osiloskop)
Tidak sama dengan alat ukur listrik lain yang umumnya memberi output berbentuk penampilan angka, oscilloscope ini malah akan memperlihatkan pada Anda deskripsi atau bentuk dari signal listrik berbentuk diagram dari tegangan. Penggambaran diagram dalam monitor ini akan memberi deskripsi yang cukup jelas serta jelas.

Osiloskop sendiri terbagi dalam tabung vacum jual tester ukur murah dengan satu katode (elektrode negatif) di satu bagian yang membuahkan sinaran elektronik dan satu anode (electrode positive) untuk percepat pergerakannya, dengan demikian akan teridentifikasi ke arah monitor tabung.

Formasi itu akan disebutkan dengan elektron gun. Dimana elektron-elektron disebutkan sinaran katode, karena mereka dibangkitkan oleh Cathode dan mengakibatkan osiloskop disebutkan dengan Cathode Ray Oscilloscope atau CRO.

8. KWH Mtr.
KWH mtr. adalah alat yang umum dipakai oleh faksi PLN untuk hitung besarnya pemakaian daya oleh konsumen setia. Alat ini benar-benar gampang didapati pada beberapa rumah masyarakat.

Sisi penting dari KWH Mtr. ialah kumparan tegangan, piringan alumunium, kumparan arus, magnet masih yang bekerja menetralisir piringan alumunium dari induksi medan magnet dan gear mekanik yang menulis jumlah putaran piringan alumunium.

Leave a Comment